5 Pelatih yang Sanggup Gantikan Jose Mourinho di MU

5 Pelatih yang Sanggup Gantikan Jose Mourinho di MU

Posted by

Manchester United mengarungi start yang jelek di panggung Premier League pada kompetisi musim ini. Mereka sekadar dapat meraih salah satu kemenangan dari tiga partai. Seperti yang bisa kita baca di berita bola terbaru, Setan Merah baru saja tumbang memalukan di stadionnya sendiri. Mereka diwajibkan menyerah dengan kedudukan telak 3-0 melawan Tottenham di Old Trafford.

Kekalahan ini tentu saja menjadikan posisi manajer, Jose Mourinho melintang dalam tekanan. Malah banyak yang menyatakan pria Portugal itu bakalan segera dibuang dari jabatannya. Tetapi, bila Mourinho memang sungguh-sungguh disingkirkan maka MU wajib langsung mencari suksesornya. Ada sejumlah pelatih kepala yang dinilai patut untuk bertindak sebagai penerus Mourinho di kesebelasan.

Berikut ini lima juru tak-tik yang mampu menggantikan Jose Mourinho sebagaimana ditulis Sportskeeda yang kami baca dari website livescore Liga Italia.

Zinedine Zidane

Enggak ada juru tak-tik di dunia football yang sedikit lebih sukses dari Zinedine Zidane dalam tahun-tahun terakhir. Laki-laki Prancis tersebut menikmati sukses besar selama 2 setengah kampanye di Real Madrid dengan medapatkan 3 trofi Liga Champions back to back dan bertindak sebagai tim pertama-tama yang melaksanakannya di masa modern.

Tetapi, Zidane hengkang dari Madrid saat musim panas ini. Hal itu begitu mengejutkan berbagai pihak karena ia mampu memberikan sukses besar selama bekerja di Santiago Bernabeu. Dan menurut admin berita Liga Inggris terkini, bila dia muncul ke Manchester United saat ini, dia bakalan mengambil alih skuat yang lagi berada didalam krisis.

Keadaannya sedikit sama waktu Zidane menangani Madrid. Los Blancos enggak bertempat dalam keadaan yang keren di bawah Rafael Benitez. Tetapi, Zidane ialah pemenang lalu United pun memimpikan pemenang.

Zidane harus juga kepingin membuktikan bila dia tidaklah cuma sekedar manajer beruntung saja, yang berakibat pekerjaan di Manchester United boleh jadi satu tantangan menarik bakal dirinya.

Antonio Conte

Pada kompetisi musim nya yang ke 1 di Chelsea, Conte memperoleh kesuksesan terbesar dengan memboyong piala Premier League. Teracatat di livescore Liga Spanyol, formasi 3-4-3 berada dibalik kesuksesan Conte saat tersebut.

Tetapi, kompetisi musim kedua Conte di Stamford Bridge begitu buruk walaupun medapatkan FA Cup. Dirinya tampak kehilangan ruang ganti kemudian enggak masuk kualifikasi Liga Champions.

Conte mampu membuktikan bila dia mampu memberikan keberhasilan dalam jangka pendek, lalu bisa jadi itu yang diinginkan United kala ini. Suporter Setan Merah mungkin tak sedikit yang tidak sepakat tetapi mereka enggak mempunyai cara lainnya lagi.

Sehabis era Sir Alex Ferguson, MU tidak melayangkan kans yang cukup banyak terhadap para juru tak-tiknya. Dan banyak yang mengatakan kepada jurnalis berita bola, Conte mampu melayangkan kesuksesan walaupun hanya didalam jangka pendek. Oleh lantaran itu, enggak mengherankan bila pria Italia itu hadir di Old Trafford.

Mauricio Pochettino

Sejauh beberapa tahun teranyar, Pochettino sempat cukup santer dikaitkan berserta jabatan di Setan Merah. Dia mampu melakukan tugas yang mengagumkan di Tottenham sejauh beberapa musim teranyar dan menjadikan mereka bermain reguler di Liga Champions meskipun enggak belanja besar di jendela transfer.

Sampai-sampai, meski Tottenham enggak menandatangani bintang baru di jendela transfer musim panas ini, mereka terus bisa menumbangkan United dengan kedudukan 3-0 di Old Trafford. Pochettino berhasil menampilkan bahwa dirinya bisa mempertontonkan kemampuan paling hebat anak asuhnya dan hal itu pasti mampu dipakai di United.

Problemnya menurut livescore online, Pochettino enggak punya argumen untuk hengkang dari Spurs pada waktu ini. Mereka melintang dalam pos yang jauh lebih perfect dari Setan Merah pada waktu ini di klasemen. Harry Kane kemudian Dele Alli bertanding sangat keren di bawah juru tak-tik Argentina tersebut dan tampaknya masih mampu lebik perfect lagi.

Leonardo Jardim

Jardim tidaklah nama yang selalu dikoneksikan dengan jabatan di Manchester United. Tetapi, dirinya mungkin wajah yang patut untuk ditimbang-timbang. Dirinya bisa saja bukan juru tak-tik papan atas di Eropa, tetapi dia mampu melakukan tugas yang mengagumkan di AS Monaco hingga layak dapat kesempatan memoles kesebelasan yang sedikit lebih besar.

Jardim sedikit sering kehilangan superstar paling baiknya. Tetapi, dirinya bisa dengan konstan memimpin Monaco menembus menuju kualifikasi Liga Champions. Jardim sanggup memperoleh cara buat mengeluarkan talenta terbaik lewat para pemainnya.

Jardim mampu menghantarkan Monaco memboyong piala Ligue 1 pada kompetisi musim 2016/17 lalu juga bermain di semifinal Liga Champions. Mereka mempunyai kesebelasan yang enggak kelewat mentereng bila dibandingkan dengan PSG akan tetapi mampu berbuat banyak di atas rumput hijau.

Pada waktu ini ada berbagai penggawa yang permainannya sedikit jelek di kesebelasan Manchester United ini dan Jardim bisa saja selanjutnya menjadi juru tak-tik yang mampu mengeluarkan talenta paling hebat mereka.

Diego Simeone

Ada sejumlah alasan kok Manchester United harus menimbang Diego Simeone sebagai juru tak-tik baru mereka. Salah satunya menurut laporan dari website Liga Italia merupakan pencapaiannya yang mengagumkan di Atletico Madrid.

Secara biaya, Atletico melintang begitu jauh di belakang Real Madrid juga Barcelona. Tetapi, Simeone mampu memberlakukan klub jadi salah satu power yang sedikit diperhitungkan di Eropa. Dirinya memboyong mereka bermain dalam dua final Liga Champions lalu medapatkan trofi La Liga saat musim 2013/14.

Simeone dikukuhkan sudah memboyong Atletico menembus sejauh mungkin dan enggak ada lagi yang mampu dirinya capai di sana. Pria Argentina itu kemungkinan besar sudah waktunya mendapatkan tantangan baru lalu itu kemungkinan besar ada di Old Trafford.

Simeone mampu membikin Atletico menjadi satu tim dengan lini bertahan yang tangguh di Eropa lalu itu ialah area yang wajib diperbaiki United. Dirinya kemungkinan besar bakalan menjadi orang yang pas untuk tugas di Old Trafford.

8 Bintang Papan atas Uruguay Lulusan Danubio

8 Bintang Papan atas Uruguay Lulusan Danubio

Danubio ialah satu dari sekian banyak raksasa yang berasal dari wilayah Uruguay. Mereka bermarkas di Montevideo, ibu kota Uruguay.

Dalam hal reputasi, Danubio tetaplah kalah kalau dibandingkan berserta Penarol atau pun Nacional. Danubio sekadar berhasil medapatkan empat trofi liga Uruguay setelah berdiri pada kampanye 1930.

Meski begitu, Danubio pada nyatanya mampu menghasilkan berbagai bomber bintang. Sejumlah dari mereka malah mengalami keberhasilan besar di Eropa.

Berikut ini delapan pesepakbola Uruguay yang sempat dihasilkan Danubio seperti mana dilansir blog livescore Liga Inggris.

Diego Forlan

Diego Forlan enggak sekalipun bertanding untuk skuat inti Danubio. Tetapi, pesepakbola yang merebut piala Golden Ball di Piala Dunia 2010 itu mengakhiri tiga kampanye di akademi lalu Danubio ialah kesebelasan terakhirnya di Uruguay sebelum berpetualang menuju ke negara saingan satu kota Argentina lalu di Eropa.

Forlan bersatu dengan klub Argentina Indepdendiente waktu menginjak umur 15 tahun pada kampanye 1994 dan lalu mengarungi karir di Manchester United, Villarreal, Atletico Madrid kemudian Inter, sebelum menuju ke Asia di tahun-tahun pamungkas dalam karirnya. Dia sudah kembali menuju ke Uruguay pada 2015 kala dia bersatu dengan Penarol.

Marcelo Zalayeta

Masih dari Liga jerman yang sama melaporkan, sehabis muncul lewat akademi Danubio, penyerang Marcelo Zalayeta mengakhiri satu kompetisi musim di tim inti, selanjutnya 1 kampanye di Penarol, sebelum menetap sejauh satu sepuluh tahun di kesebelasan raksasa Italia Juventus yang membuat dirinya medapatkan tiga trofi Serie A kemudian tampil dalam final Liga Champions 2003.

Zalayeta selalu bertindak sebagai pelapis Alessandro del Piero serta David Trezeguet di Turin. Dia ialah alternatif pertama dari kursi pemain cadangan dan mencetak 160 kinerja. Dirinya pun sudah dipindahkan berstatus pinjaman dengan durasi 2 tahun di Sevilla lalu kemudian menolong membangun balik lagi Napoli jadi kesebelasan papan atas.

Cristhian Stuani

Cristhian Stuani masuk didalam kesebelasan Uruguay di Piala Dunia tahun ini lalu sudah membuat gol bakal sebagian besar kesebelasan di Spanyol, sekaligus Middlesbrough di Inggris, setelah meninggalkan Danubio saat menginjak umur 20 tahun pada Januari 2008.

Stuani perdana bertanding di Eropa dengan Reggina di Italia, Tetapi, dirinya meningkat di Spanyol, pertama-tama saat peminjaman di Albacete, Levante lalu Racing Santander, dan lalu berserta Espanyol. Kompetisi musim lalu, dirinya membuat 19 skor di La Liga didalam 30 pertandingan bakal Girona.

Jose Gimenez

Jose Gimenez membuat salah satu pasangan pertahanan paling hebat di Eropa dengan pesepakbola veteran Diego Godin di Atletico Madrid. Afiliasi mereka juga dikatakan oleh blog livescore bola menjadikan skuat nasional Uruguay dijadikan sebagai kekuatan yang sewajarnya disegani, seperti mana di Piala Dunia kampanye ini.

Gimenez pergi dari Danubio bakal Atletico pada jendela transfer musim panas 2013 dengan tarif di bawah satu juta €. Baru menginjak umur 23 tahun, Gimenez mulai membentuk dirinya jadi pesepakbola reguler pada kompetisi musim 2014/15 juga mampu bermain sedikit lebih banyak bila bukan sebab cedera.

Walter Gargano

Dengan sedikit lebih dari 100 kinerja di Divisi Primera bakal Danubio, Walter Gargano merapat berserta Napoli yang baru naik divisi ke Serie A tahun 2007, bertindak sebagai penggawa reguler dan mengantar klubnya menembus ke Piala UEFA pada turnamen debutnya.

Sebagai bintang yang beroperasi sebagai gelandang bertahan, Gargano begitu krusial lantaran Napoli berhasil menembus ke Liga Champions tahun 2011, sekaligus memenangkan Coppa Italia tahun 2012. Dirinya hengkang berserta status pinjaman di Inter juga Parma pada 2013 serta 2014, kemudian melaju ke Meksiko lalu sebelum merapat ke Penarol.

Ruben Sosa

Bintang ujung tombak Ruben Sosa muncul lewat akademi Danubio pada awal kampanye 1980-an dan lalu mengalami karir yang keren di Eropa berserta Real Zaragoza, Lazio kemudian Inter, medapatkan Copa del Rey kemudian Piala UEFA. Sosa, yang mengarungi empat pagelaran Copa America juga Piala Dunia 1990 bersama team sepak bola negara, juga meraih piala Bundesliga dengan Borrusia Dortmund, sebelum balik ke Uruguay pada 1997 dan bersatu dengan Nacional.

Alvaro Recoba

Alvaro Recoba terkenal sebagai spesialis set-piece berserta operan yang bagus serta sepakan yang luar biasa. Bila kita membaca berita dari prediksi bola, dirinya bertanding bakal Danubio selama kompetisi musim 1994 lalu 1995, sebelum hijrah ke Nacional dan lalu mengarah ke Inter pada kampanye 1997. Recoba awalnya memerlukan periode untuk gemilang di Eropa tapi mampu melakukannya sejauh masa peminjaman di Venezia di babak kedua kompetisi musim 1998/99. Dirinya tampil bersinar saat pulang ke Inter dan selanjutnya hijrah pada 2007 sehabis meraih 2 trofi Serie A, 2 Coppa Italia kemudian Piala UEFA.

Edinson Cavani

Edinson Cavani berhasil membuat sedikit lebih dari 270 skor semenjak 2010 kala dirinya bergabung bersama-sama Napoli lalu sekarang bertindak sebagai salah satu penyerang paling diperhitungkan di dunia football. Dalam 2 kompetisi teranyar saja, eks superstar Danubio itu membuat paling tidak 40 gol per musim bakal PSG.

Sehabis bergabung bersama akademi Danubio pada kampanye 2000, Cavani sekadar menghabiskan kira-kira 18 bulan di skuat utama sebelum dimonitor Palermo kemudian merapat menuju Eropa pada umur 20 tahun. Secara keseluruhan, Cavani mampu medapatkan 14 trofi terbesar hingga pada waktu ini, diantaranya 4 trofi Ligue 1 didalam lima kompetisi musim terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published.